Marbella Ibarra adalah sepakbola gila di negara machista

Ibarra, 46, merubah muka sepakbola, tapi itu juga kurang membuat perlindungan dianya dari tsunami kekerasan yang memunculkan kericuhan di salah satunya negara turis sangat popular di Meksiko. Minggu lantas tubuhnya diketemukan di Rosarito, satu resor pantai pas di samping selatan Tijuana. Ibarra sudah hilang saat hampir satu bulan, saat tubuhnya – dipukuli serta dengan tangan serta kaki diikat, diketemukan terbungkus dalam lembaran plastik pada 15 Oktober. Tidak jelas dimana, kenapa serta berapakah lama Ibarra ditahan sampai ia terbunuh, serta pemicu kematian belumlah di konfirmasi.

Baca Juga : Marseille harus mengalahkan saingan besar jika mereka ingin kembali ke Liga Champions

Tapi modus operandi yang sama – badan yang disiksa yang dibiarkan dalam tempat umum sesudah beberapa minggu tiada jejak – sudah dipakai dalam beberapa pembunuhan wanita di daerah itu dalam beberapa waktu paling akhir. “Tanda-tanda itu tunjukkan kejahatan kedengkian, serta bukti jika ia ialah profil publik tunjukkan seperti pesan. Pihak berkuasa mesti menyelidik pembunuhan dalam kerangka ini, ”kata Meritxell Calderón, seseorang pengacara serta pembela hak-hak wanita yang berbasiskan di Tijuana.

Baca Juga : Jose Mourinho merasa gugup ketika ditanya tentang Woodward berbicara

Tijuana ialah kota pantai yang ramai bersebelahan dengan San Diego, dengan 1,7 juta masyarakat. Ini ialah perbatasan tersibuk dalam dunia, serta rumah buat sebagian besar migran ekonomi, terpenting wanita miskin, yang kerja di pabrik maquiladora, resor, serta bar kumuh kota. Kekerasan di Meksiko barat laut bertambah, sebab di semua negeri: 2017 ialah tahun sangat berdarah Tijuana dalam catatan dengan hampir 1.750 pembunuhan. Tahun ini, kondisi jadi lebih jelek: 251 orang dibunuh pada bulan Juli, bulan sangat kejam semenjak pencatatan diawali.

Lihat Juga :  AC Milan Ternyata Nyaris Datangkan Alvaro Morata

Baca Juga : Legenda Inter Milan Beri Tips Cara Mematikan Higuain

Penculikan, pemerasan serta perdagangan manusia menjalar. Di dalam keputusasaan ini, Ibarra memberikan peluang pada wanita muda untuk bermain sepak bola. Ia nikmati bermain sepak bola serta basket menjadi hoby, tapi tetap memandang dianya lebih menjadi pelatih, serta memakai pendapatan dari salon kecantikannya untuk membuat team wanita amatir, Isamar FC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme