Premier League run-in: Man City tutup pada gelar, empat besar masih seimbang

Kami sudah sampai titik gawat pada musim ini, karena periode Paskah bisa mengkonfirmasi juara Premier League dan memisahkan kompetitor untuk empat tempat paling atas. Disini, koresponden club ESPN FC menilainya laga paling akhir club mereka serta meramalkan akhirnya. ARSENAL: SIXTH (atau lebih rendah) Diatas kertas, Arsenal mempunyai run-mudah dimana perjalanan ke Old Trafford ialah hanya satu permainan dimana mereka tidak bisa dipandang seperti favorite berat.Tetapi tidak ada yang simpel dengan The Gunners musim ini, serta konsentrasi mereka di Liga Europa dapat memperumit permasalahan karena Arsene Wenger peluang selalu berotasi besar di liga.

Serta dengan empat tempat paling atas, tapi diluar jangkauan, tingkat motivasi mereka mungkin saja tidak ada pada titik paling tinggi dalam permainan dimana tidak ada yang dipertaruhkan. – Mattias Karen 1 April: Stoke (H) – menang 8 April: Southampton (H) – menang 15 April: Newcastle (A) – seri 23 April: West Ham (H) – menang 29 April: Manchester United (A) – kalah 5 Mei: Burnley (H) – menang 13 Mei: Huddersfield Town (A) – seri Point: 14 Keseluruhan point: 62 CHELSEA: KELIMA Tiga kemenangan berturut-turut dari sembilan laga Liga Primer semenjak perubahan tahun sudah membuat Chelsea mempunyai banyak pekerjaan yang perlu dikerjakan di peregangan akhir dari kampanye bila mereka mengharap untuk tangkap Liverpool atau Tottenham dalam empat balapan paling atas.

Lihat Juga :  Solskjaer: Roma Tidak Dibandung Dalam Sehari

Satu positif untuk Antonio Conte ialah jika kedua-duanya masih tetap butuh berkunjung ke Stamford Bridge (Tottenham pada 1 April, Liverpool pada 5 Mei). Lainnya ialah jika bekas Chelsea run-in tampak cukuplah menguntungkan; tidak hanya dari tempat ke-7 Burnley, lawan mereka dengan eksklusif datang dari delapan besar Liga Inggris sekarang ini. Team berebutan untuk hindari degradasi memunculkan ancaman mereka sendiri pada musim ini, tapi bahan baku ada untuk Chelsea yang kuat. Kecemasan untuk Conte, walau, ialah jika empat keinginan paling atas timnya selanjutnya tergantung pada kekeliruan ditempat lainnya.

– Liam Twomey 1 April: Tottenham (H) – seri 8 April: West Ham (H) – menang 14 April: Southampton (A) – menang 28 April: Swansea City (A) – menang 5 Mei: Liverpool (H) – seri 13 Mei: Newcastle (A) – menang TBC *: Burnley (A) – seri TBC *: Huddersfield (H) – menang * Jadwal mesti dijadwal lagi sesudah ikut serta dalam Piala FA. Point: 18 Keseluruhan point: 74 TOTTENHAM: KEEMPAT Jauh dari dihajar oleh kekalahan 4-1 di Manchester City pada bulan Desember, Tottenham tidak terkalahkan dalam 18 laga domestik semenjak serta tidak ada club Premier League yang nikmati tahun 2018 yang lebih baik. Mereka tetap harus bermain Chelsea serta City dalam laga yang menguntungkan, walau team Guardiola sudah seharusnya memenangi liga waktu itu serta Spurs tidak takut pada Wembley saat ini.

Lihat Juga :  Arsenal Mundur Dari Perburuan Yannick Carrasco

Rekor mereka di Stamford Bridge, dimana mereka tanpa kemenangan 1990, serta peluang tidak ada Harry Kane dengan cedera pergelangan kaki membuat laga mereka selanjutnya yang sangat mencemaskan dari tujuh untuk simpatisan. Mereka mainkan Manchester United di semi final Piala FA pada 21 April tapi Mauricio Pochettino lebih condong berotasi untuk laga itu dibanding di liga, mengingat perasaan campur aduk mengenai pentingnya cangkir domestik – Serta Kilpatrick. 1 April: Chelsea (A) – kalah 7 April: Stoke (A) – menang 14 April: Manchester City (H) – seri 30 April: Watford (H) – menang 5 Mei: WBA (A) – menang 13 Mei: Leicester (H) – menang TBC *: Brighton (A) – menang * Jadwal laga mesti dijadwalkan lagi sesudah ikut serta di Piala FA. Point: 16 Keseluruhan point: 77

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme