Takara Hawthorne-Smith berkuasa meski mengalami cedera yang mengakhiri karir sepakbolanya

“Itu merusak karenanya merupakan gairah saya. Saya bermain tiap-tiap minggu, berlatih 2x satu minggu serta maju dalam team. Susah mengambil keputusan untuk berhenti. ” Takara Hawthorne-Smith merupakan seseorang striker berpotensi untuk Wolverhampton Wanderers Women sesudah dijemput oleh club saat dia berumur 11 tahun. Tapi pada umur 24 tahun, serta sesudah 2x operasi lubang kunci, dia tinggalkan permainan yang menguasai waktu kecilnya. ” Saya mulai seputar jam sembilan atau 10 serta saya memainkannya waktu makan siang, ” kata pemain berumur 26 tahun itu. “Di tahun paling akhir saya di sekolah basic saya bermain untuk team sekolah dan saya meneruskan. Pada 11 saya mempunyai eksperimen untuk under-12 di Wolves serta dipilih. ” Akan tetapi, pada tahun 2007 cedera pertamanya menyerang : ” Ini ligamen robek – itu cuma mendadak beralih dan lutut saya menyerah. ” Sesudah beristirahat serta melapisi lutut serta memberikannya waktu untuk melakukan perbaikan, dia kembali cuma karena cedera untuk menyerang lagi. . “Saya kembali pada rumah sakit serta mereka berkata : ‘ Anda sudah merobek ligamen serta mengakibatkan kerusakan tulang riskan Anda. ’Saya selalu bermain serta lakukan semakin banyak rusaknya.

” Sesudah pembedahan lubang kunci serta fisioterapi, dia dapat lakukan renda sesudah setahun di sela-sela. “Ketika saya kembali saya bermain dengan team pertama serta cadangan. Saya bangun keyakinan diri saya. Saya kembali sepanjang setahun ; lalu, di kompetisi paling akhir musim ini, lutut saya pergi lagi. ” Hawthorne-Smith mempunyai peluang untuk masuk dengan Charlton tapi melancong ke London dua sampai 3x satu minggu sekalian belajar bukan pilihan yang pas. Dia mendapatkan eksperimen di Arsenal, team yang dia mimpikan untuk bermain, tapi tidak diambil. Saat lututnya menyerah pada kompetisi paling akhir itu, dia paham itu telah selesai. Setahun lagi bukan pilihan. Yakin diri hancur serta kembali dalam pemulihan gym jadi rumah barunya. Hawthorne-Smith lakukan pelatihan instruktur senam Level 2, lalu mendapat Level 3 kwalifikasi kursus pribadinya sekalian bangun kembali lututnya. Di gym itu orang mulai memberi komentar kekuatannya serta mengarahkannya mengarah powerlifting. Awalannya dia tidak tertarik untuk geser ke berolahraga lainnya. Tapi desakan makin besar serta sesudah mempelajari, dia mengawali beberapa session. Pada Desember 2015, sesudah cuma enam minggu persiapan, ia masuk kejuaraan senior West Midlands serta menang. “Saya lakukan riset selanjutnya, mendapatkan semakin banyak pengetahuan mengenai berolahraga dan pada tahun 2016 saya bersaing di kejuaraan Inggris pertama saya serta tempati rangking ke-7 dari 15. Tahun selanjutnya saya merampungkan ke-2. ” Saat ini dia siap-siap untuk menuju Kanada untuk kejuaraan dunia mulai 6-17 Juni.

Lihat Juga :  Spanyol, bintang Piala Dunia Portugal disatukan oleh eksposur Premier League

Alih-alih jadi beban, lututnya juga mendapatkan faedah dari berolahraga barunya : “Itu begitu menolong saya, cukuplah lucu. Beberapa orang bertanya-tanya apa angkat berat serta jongkok memengaruhi lutut. Tetapi powerlifting sebetulnya sudah memperkuatnya serta memberikan saya keyakinan diri. Bila saya tidak melatih kaki saya, waktu itu saya mulai mendapat pukulan aneh nyeri. Itu cuma badan saya yang menyampaikan jika saya mesti masih mobile serta selalu mengerjakannya. ” Dia melatih empat sampai lima kali satu minggu. “Sepak bola sudah menolong disiplin saya, terpenting saat hadir ke kursus, ” tuturnya. “Latihan beban saya lebih spesifik, walau : Senin saya akan lakukan squat serta kaki ; Bangku serta lengan hari Selasa ; beristirahat di hari Rabu ; Kamis deadlift serta kembali ; Pundak serta lengan Jumat ; Hari Minggu session bangku yang lain. ” Sesudah sepak bola Hawthorne-Smith tidak menduga dia akan berperan serta dalam berolahraga lagi. “Itu susah.

Terkadang saya memandangnya serta mengharap saya masih tetap bermain serta bertanya-tanya dimana saya akan bermain saat ini. “Kemudian Anda membalik ke bagian yang lainnya : Saya tidak sempat berfikir saya akan beraktivitas fisik apapun dengan lutut saya seperti sebelumnya. Dapat ambil berolahraga lainnya sudah menolong memberikan saya keyakinan diri serta membuat saya masih aktif. ” Dia konsentrasi untuk coba jadi wanita ke-2 dari Inggris untuk mematikan 220kg saat dia bersaing di Kanada (yang terbaik merupakan 207. 5kg). Dia juga membidik jongkok 180kg (yang terunggul merupakan 172, 5 kg) serta bench bench 105kg (PB 100kg). Melatihnya merupakan powerlifter juara dunia David Gray. “Belajar darinya serta yang lainnya seperti dia begitu terpenting. Saat hadir untuk mengatur berat tujuan, mereka menggerakkan saya. Mereka bisa lihat kemampuan saat saya terasa tidak bisa mengerjakannya. ” Daya saingnya dapat dibuktikan, Hawthorne-Smith mungkin saja tidak mempunyai lutut untuk bermain di minggu kedepan, tapi ia berjuang untuk melupakan peluang untuk mempunyai bola di kakinya : “Tentu saja saya merindukan sepakbola. Bila saya bersama dengan beberapa orang yang bermain… saya tidak bisa menolong untuk terjerat. “

Lihat Juga :  Takara Hawthorne-Smith berkuasa meski mengalami cedera yang mengakhiri karir sepakbolanya

 

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme